RSS

Valentine Day: Does It Works

Satu…dua…tiga…, yak inilah hari yang mungkin paling sobat nanti…Valentine. Tak bisa dipungkiri Hari Valentine sudah di depan mata! Meskipun saya secara pribadi sampai sekarang masih bertanya-tanya sejak kapan ‘Hari besar sarat budaya Barat’ yang satu ini mulai menjangkiti bangsa kita. Tapi rasa antusias saya selalu muncul ketika hari itu datang di bulan kedua awal tahun. Sungguh hari yang unik yang tak tertera di kalender kenegaraan, namun selalu tertera di hati setiap orang di Negara manapun, bahkan mungkin tak terkecuali hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan pun turut merayakannya dengan sorak sorai (dengan asumsi hanya ada rasa senang di benak setiap individu masing-masing)!

Kasih Sayang

Hari Valentine, entah mengapa menjadi begitu spesial di tiap-tiap persepsi manusia. Layaknya bangsa kita yang menjunjung tinggi kemajukan, Valentine juga secara tidak langsung universal bin majemuk di benak setiap anak manusia. Kemajemukkan inilah yg membuat Hari Valentine begitu berwarna! Berikut saya urutkan tipe-tipe persepsi umum tentang Hari Valentine:
  • Menurut sebagian orang, Valentine adalah hari penuh cinta bersama pasangan atau orangtua.
  • Menurut sebagian orang, Valentine adalah BULLSHIT belaka.
  • Menurut sebagian orang, Valentine adalah saat tepat mengungkapkan heroisme cinta.
  • Menurut sebagian orang, Valentine adalah Deadline untuk cepat memiliki pasangan.
  • Menurut sebagian orang, Valentine adalah hari kematian (karena jomblo).
  • Menurut sebagian orang, Valentine adalah hari pembuktian bahwa meskipun jomblo tetap bisa happy.
Lucunya, saya seringkali mendengar ada juga orang-orang yang mendendangkan skeptisisme mereka tentang hari Valentine dengan kalimat: “Ah gue sih ga perduli sama Valentine’s Day.. kalo mau merayakan hari cinta kasih mah tiap hari juga bisa!” – Itu benar! Tapi yah namanya juga hari raya, yang notabene adalah sebuah “simbol” .. ada baiknya juga gue pikir secara rasional, It’s fun kalo kita bisa menebar cinta kasih secara official kepada sesama, karena kita gamungkin melakukannya setiap hari. Bukan begitu sobat? Tapi hadapilah kenyataan itu, it works bro
Skeptisisme seperti itu malah semakin memperlihatkan bahwa sebenarnya Anda tersakiti oleh hari Valentine.. entah Anda trying too hard agar terlihat berbeda, atau anda memang super-idealis, atau anda memang sedang tidak ada pasangan, saya bisa mengerti sepenuhnya. Tapi yg jelas, cobalah di Hari Valentine tahun ini, anda buka sedikit hati anda pada budaya unik ini. Anda pasti akan jadi lebih ceria dan cerah, daripada anda repot-repot mengumpat dan berdebat kusir. Trust me, no one cares about how you resist Valentine’s Day.. Itu cuma bikin anda lelah
 

Posted by on February 15, 2012 in pandangan hidup

Leave a comment

HOW FLAT ARE YOU?


How Flat Are You

Pentingnya melihat hidup seperti gelas setengah penuh adalah karena kita masih memiliki ruang untuk menerima hal-hal baru tanpa harus mengorbankan nilai-nilai prinsip yang kita yakini

Jika Anda menjawab bahwa gelas tersebut penuh, itu juga juga bisa menjadi jawaban yang benar. Dan justru inilah jawaban yang paling benar. Mengapa? Karena gelas tersebut memang penuh: setengah diisi oleh air dan setengah lagi diisi oleh udara, jadi totalnya gelas tersebut penuh. Yang menjawab setengah isi juga bisa benar jika sudut pandang terhadap isi gelas tersebut tertuju pada air saja. Udara dilupakan untuk sementara.

Sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, manusia memang memerlukan keduanya. Yang penting adalah bagaimana mengatur ritme yang tepat. Merobohkan semua tembok juga bukan merupakan hal yang bijak karena kita akan kehilangan konsentrasi, focus dan bahkan arah. Sebaliknya, membangun tembok yang terlalu kokoh juga membuat kita tidak berkesempatan mendapatkanhal-hal berharga yang sebenarnya bisa bermanfaat secara positif baik untuk karir maupun persahabatan

Berkembangnya gadget seperti Blackberry dan iPhone serta aplikasi-aplikasi social media seperti Facebook dan Twitter dewasa ini menjadikan tembok-tembok di sekeliling kita semakin lemah. Kemampuan social media yang bisa menembus batas memungkinkan seseorang untuk berinteraksi dengan ribuan orang sekaligus tanpa harus pernah bertemu secara fisik. Jumlah pengguna Facebook di Indonesia yang saat ini menempati peringkat ke-2 di dunia bisa Anda manfaatkan untuk membuka diri Anda sehingga menjadi orang yang lebih “flat”. Namun tentu saja Anda juga tidak ingin kehilangan privasi dan karakter Anda yang sesungguhnya karena semua orang bisa mengakses Anda kapan saja. Apalagi bila sudah menyangkut keamanan dan reputasi, jelas Anda tidak ingin main-main dengan hal tersebut. Menjadi seperti orang yang dikelilingi tembok-tembok yang kokoh jelas merupakan pilihan yang keliru. Namun, menjadi manusia yang “totally flat” juga bukan pilihan yang bijak. So, the choice is yours!

 

Posted by on February 26, 2011 in pandangan hidup

Leave a comment